Thursday, 31 May 2007

dear, diary...

kamis, 31 mai 2007

ternyata,,, ada yang bodoh dong... bikin postingan diedit HTML. ya iya ajah gitu gag bisa berwarna dan besarkecilnya pun sulit diatur. sama seperti kebodohan ngisi catridge warna 3 warna dari satu lubang. bodoh kamu putri...

oia, hari ini aku lupa bersyukur dan berterimakasih. udah sih pas sholat magribh. tapi biar lebih ouas kita ucapkan via media online inih sajah...


Ya Rabbi, aku bersyukur atas semua yang telah KAU berikan...amin...

semua orang yang datang dan pergi dalam hidup ini. keluarga dan rekan-rekan seorang herlinda putri (jauh dekat tarifnya sama koQ, hehe...). makasih banyak wat semuanya... kalian yang tak dapat kusebutkan satu per satu tetapi aku sayang kalian semua, kalian yang suah memberi semua padaku,,, semua kata sifat: suka duka cinta benci jatuh dan bangkit... semua degh... terimakasih...

huayyy, jadi kayak lagu mbak KD : thank you,,, I'm sorry... Good Bye...

terima kasih oh Tuhan, Kau tunjukkan semua hal yang akhirnya dapat kuliha dengan mata batinku... halakh, udah kayak orang pinter aja... eh,akyuwh khan emang pinter yaaa???


mengutip lagu Avril Lavigne : They Are, so What ever... yang artinya : mereka enggag banggets deh...


Herlinda Putri, I'm Lovin' It...

Saturday, 26 May 2007

Pahlawan adalah mereka yang cerdas memaknai masalah yang dihadapinya, justru dengan keadaan demikian, menjadikannya kreatif untuk menghasilkan suasana baru. Sebuah kondisi yang kadang akan membuatnya dikenang dalam sepanjang sejarah. Ini bisa juga berarti kesuksesan dan kejayaan dalam sepanjang hidupnya. Dan, pecundang adalah mereka yang selalu saja berkeluh kesah, menyalahkan takdir, atau justru menyalahkan orang lain sebagai penyebab dirinya begitu.

Sekarang, silakan memilih.

Persoalan selalu ada. Besar kecilnya persoalan tergantung dari cara pandang kita. Datangnya persoalan bukan untuk disesali. Yang terpenting adalah sikap kita dalam mensikapi persoalan itu.
Jika orang bisa bertahan di tengah badai. Kelak, kesuksesan dan kejayaan yang akan diraihnya, Percayalah!


dikutip dari:


www.eramuslim.com



and i said: "big girls don't cry" - by
fergie Tha Black Eye Peas (and) "well, you bleed just to know you're alive..." goo goo dolls - iris

Tuesday, 22 May 2007

Thank You, I'm Sorry, Good Bye...

itulah yang gue kerjakan hari ini. gue ucapkan makasih dan mohonkan maaf. tapi gue engga bilang selamat tinggal sih... abis gue sendiri gag ngerti, kenapa juga gue mesti bilang good-bye kalo kenyataannya gue engga merasa tersakiti? lagipula, bicara tentang sakit, mungkin untuk sakit yg ini, gue udah mati rasa... ada sakit lain yg engga bisa gue gambarkan. saat ini, di kala umur gue belom lagi 22 tahun, gue cuma ingin melakukan apa yang hati kecil gue bilang. tapi, berusaha biar engga jadi apatis juga sih dengan orang2, teman2 gue... teman2kuwh, makasih buat semua nasihat dan masukannya... just let me tidy up the whole mess by ma own...

Wednesday, 16 May 2007

Rahasia

Rahasia mahal harganya. Kenapa? Karena tidak semua orang bisa mendapatkan rahasia itu. Sesuatu menjadi rahasia jika tidak semua orang mendapatkannya. Bahkan seperti banyak ditayangkan di film-film entah itu, betapa banyak pengorbanan dilakukan demi mendapatkan sebuah rahasia. Begitu banyak uang berputar dalam sebuah rahasia. Bau uang menyeruak dari sebuah rahasia, menggugah selera. Begitu banyak darah mengalir dari sebuah rahasia. Amisnya tercium hingga ujung semesta. Rahasia begitu penting. Bukan hanya pengorbanan, tetapi juga sebuah ajang pertaruhan.

Terkadang, orang suka ingin dianggap penting. Terlebih jika mereka memiliki sebuah rahasia. Mereka ingin membagi rahasia itu. Karena mereka ingin terlihat penting. Mereka ingin terdengar penting. Mereka ingin dianggap penting.

Rahasia adalah hal penting. Tetapi bisa juga menjadi tidak penting. Ini dapat terjadi jika rahasia jatuh ke tangan yang tepat. Yaitu ketika rahasia itu sampai pada sebuah tempat akhirnya. Karena rahasia pun bisa menjadi sebuah sampah. Yang harus dibuang. Dan sampah rahasia itu seperti sampah-sampah lain, pada akhirnya sampai ke TPA alias Tempat Pembuangan Akhir.

Jika untuk beberapa sampah – seperti jenis-jenis sampah anorganik dan lain sebagainya – kadangkala bisa didaur ulang, tidak demikian halnya dengan rahasia. Daur ulang tidak berlaku untuk sampah rahasia. Jika itu sampai terjadi, maka akan berubah menjadi gosip.

Gosip bukanlah rahasia. Rahasia bisa menjadi gosip jika diketahui umum. Tetapi gosip takkan menjadi sebuah rahasia. Kecuali rahasia bahwa hal tersebut pernah menjadi gosip.

Kalau ada sesuatu hal yang menjadi rahasia, kenapa juga harus diceritakan. Inilah bodohnya manusia barangkali? Atau mungkin, sudah kodrat alami manusia sebagai makhluk sosial yang ingin berbagi.

Berbagi sebuah rahasia. Berbagi sebuah dosa. Rahasia terjadi karena apa yang dilakukan bertentangan dengan sekitarnya. Salah atau pun benar, entah siapa yang dapat menilai dengan subjektif dan tanpa menghakimi.

Para penegak hukum dianjurkan untuk bertindak berdasarkan pada prinsip asaz praduga tak bersalah. Para penjahat yang bekerja mencari rahasia menerapkan prinsip asaz praduga menuju gosip)1. Gosip bukan fakta atau pun opini. Gosip ada di area abu-abu kalau begitu. Dan rahasia tak memiliki warna, bahkan cenderung tak kasat mata. Agar orang tidak tergoda untuk ikut mengurusi rahasia tersebut.

“Tau engga sih lo?” adalah kalimat standar pembuka dalam sesi gosip. Dan sebuah rahasia pun kehilangan makna dan kekuatannya. Karena rahasia itu tidak lagi menjadi ekslusif, tidak lagi menjadi penting. Namun, juga bukan sampah. Rahasia yang berubah menjadi gosip bisa menjadi lebih berbahaya lagi!

Aku punya rahasia. Lebih dari satu rahasia. Aku punya banyak rahasia. Apakah ada yang akan percaya?

Aku punya rahasia tentang teman-temanku. Banyak rahasia. Ada kasus alkoholik yang ingin berubah. Ada juga yang hamil di luar nikah. Perebutan cinta – seperti biasa kisah tentang dilema cinta segitiga – tetapi yang bikin aneh adalah yang seorang berpikir bahwa temannya merebut sang dambaan hati padahal yang terjadi adalah orang lain yang mengaku sebagai kakak angkatnyalah yang terjerat oleh pesona orang yang diperebutkan ini. Kisah tentang dosen busuk pun ada. Kisah tentang mereka yang berubah pandangan hidup, dari seorang yang berorientasi heteroseksual sampai menjadi seorang gay. Kenyataan seorang teman yang ternyata memang sudah lama mengidap penyakit, menjadi homoseksual. Dia sendiri mengakui bahwa dia sakit, yang artinya dia adalah gay. Dan sebuah cerita tentang dosen homoseksual yang ternyata mencoba menggoda mahasiswanya. Apa lagi ya?

Rahasia temanku yang dengan bangganya pernah berciuman dan banyak pengalaman, serta suka tebar pesona. Terus kenapa. Temanku yang memang benar jual diri. Siapa peduli. Temanku yang jomblo. Oh, so... Temanku yang homo. Oh, no...

Aku sendiri pernah punya rahasia. Ketika aku sedang mengalami cinta. Kemudian aku malah jadi menderita. Aku tak ada siapa-siapa. Siapa-siapa untuk berbagi dosa. Ketika aku ingin berbagi rahasia. Dan kini semua cerita itu bagiku hanya menjadi sebuah sejarah pada akhirnya. Dan kini semua cerita itu hanyalah fosil saja.

Mungkin rahasiaku pun terbongkar? Persetan. Peduli setan!

Kelemahanku adalah aku begitu bodoh dalam berkata.

Ketika aku ingin bercerita, tak ada yang mendengar. Mereka bilang mereka tidak mengerti apa yang kukatakan. Mereka tidak mengerti bahasaku, lisan atau pun tulisan. Mereka tidak mengerti itu semua bukan sembarang cerita. Hah?! Mereka tidak ingin mendapatkan sebuah rahasia rupanya?! Emangnya gue makhluk planet Mars apa?!

Terkadang aku menjadi begitu lelah. Dengan mereka semua yang berkeluh kesah. Tetapi itu semua karena mereka merasa tak sanggup dan ingin membuang semua sampah rahasia dalam dirinya. Dan akhirnya akulah orangnya. Aku adalah tempat sampahnya.

Kenapa mesti gue sih?! Aku tidak merasa bangga memiliki rahasia.

Aku sebenaranya suka mendapatkan rahasia. Walau kadang muak juga, jika rahasia itu ternyata rahasia yang sama dengan yang kudapatkan sebelumnya. Basi, tau nggak sih?!
Tapi apa mau dikata. Ternyata mereka semua suka saja bercerita kepadaku. Aku akhirnya menyerah kalah. Aku rela menjadi tempat sampah.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Mungkin aku akan mati dengan membawa segala rahasia itu.

Rahasia? Ah, sudahlah...

Jangan katakan pada siapapun bahwa aku telah bercerita tentang rahasia ya?


Herlinda Putri
Kimia UNPAD

RAHASIA

Rahasia mahal harganya. Kenapa? Karena tidak semua orang bisa mendapatkan rahasia itu. Sesuatu menjadi rahasia jika tidak semua orang mendapatkannya. Bahkan seperti banyak ditayangkan di film-film entah itu, betapa banyak pengorbanan dilakukan demi mendapatkan sebuah rahasia. Begitu banyak uang berputar dalam sebuah rahasia. Bau uang menyeruak dari sebuah rahasia, menggugah selera. Begitu banyak darah mengalir dari sebuah rahasia. Amisnya tercium hingga ujung semesta. Rahasia begitu penting. Bukan hanya pengorbanan, tetapi juga sebuah ajang pertaruhan.

Terkadang, orang suka ingin dianggap penting. Terlebih jika mereka memiliki sebuah rahasia. Mereka ingin membagi rahasia itu. Karena mereka ingin terlihat penting. Mereka ingin terdengar penting. Mereka ingin dianggap penting.

Rahasia adalah hal penting. Tetapi bisa juga menjadi tidak penting. Ini dapat terjadi jika rahasia jatuh ke tangan yang tepat. Yaitu ketika rahasia itu sampai pada sebuah tempat akhirnya. Karena rahasia pun bisa menjadi sebuah sampah. Yang harus dibuang. Dan sampah rahasia itu seperti sampah-sampah lain, pada akhirnya sampai ke TPA alias Tempat Pembuangan Akhir.

Jika untuk beberapa sampah – seperti jenis-jenis sampah anorganik dan lain sebagainya – kadangkala bisa didaur ulang, tidak demikian halnya dengan rahasia. Daur ulang tidak berlaku untuk sampah rahasia. Jika itu sampai terjadi, maka akan berubah menjadi gosip.

Gosip bukanlah rahasia. Rahasia bisa menjadi gosip jika diketahui umum. Tetapi gosip takkan menjadi sebuah rahasia. Kecuali rahasia bahwa hal tersebut pernah menjadi gosip.

Kalau ada sesuatu hal yang menjadi rahasia, kenapa juga harus diceritakan. Inilah bodohnya manusia barangkali? Atau mungkin, sudah kodrat alami manusia sebagai makhluk sosial yang ingin berbagi.

Berbagi sebuah rahasia. Berbagi sebuah dosa. Rahasia terjadi karena apa yang dilakukan bertentangan dengan sekitarnya. Salah atau pun benar, entah siapa yang dapat menilai dengan subjektif dan tanpa menghakimi.

Para penegak hukum dianjurkan untuk bertindak berdasarkan pada prinsip asaz praduga tak bersalah. Para penjahat yang bekerja mencari rahasia menerapkan prinsip asaz praduga menuju gosip)1. Gosip bukan fakta atau pun opini. Gosip ada di area abu-abu kalau begitu. Dan rahasia tak memiliki warna, bahkan cenderung tak kasat mata. Agar orang tidak tergoda untuk ikut mengurusi rahasia tersebut.

“Tau engga sih lo?” adalah kalimat standar pembuka dalam sesi gosip. Dan sebuah rahasia pun kehilangan makna dan kekuatannya. Karena rahasia itu tidak lagi menjadi ekslusif, tidak lagi menjadi penting. Namun, juga bukan sampah. Rahasia yang berubah menjadi gosip bisa menjadi lebih berbahaya lagi!

Aku punya rahasia. Lebih dari satu rahasia. Aku punya banyak rahasia. Apakah ada yang akan percaya?

Aku punya rahasia tentang teman-temanku. Banyak rahasia. Ada kasus alkoholik yang ingin berubah. Ada juga yang hamil di luar nikah. Perebutan cinta – seperti biasa kisah tentang dilema cinta segitiga – tetapi yang bikin aneh adalah yang seorang berpikir bahwa temannya merebut sang dambaan hati padahal yang terjadi adalah orang lain yang mengaku sebagai kakak angkatnyalah yang terjerat oleh pesona orang yang diperebutkan ini. Kisah tentang dosen busuk pun ada. Kisah tentang mereka yang berubah pandangan hidup, dari seorang yang berorientasi heteroseksual sampai menjadi seorang gay. Kenyataan seorang teman yang ternyata memang sudah lama mengidap penyakit, menjadi homoseksual. Dia sendiri mengakui bahwa dia sakit, yang artinya dia adalah gay. Dan sebuah cerita tentang dosen homoseksual yang ternyata mencoba menggoda mahasiswanya. Apa lagi ya?

Rahasia temanku yang dengan bangganya pernah berciuman dan banyak pengalaman, serta suka tebar pesona. Terus kenapa. Temanku yang memang benar jual diri. Siapa peduli. Temanku yang jomblo. Oh, so... Temanku yang homo. Oh, no...

Aku sendiri pernah punya rahasia. Ketika aku sedang mengalami cinta. Kemudian aku malah jadi menderita. Aku tak ada siapa-siapa. Siapa-siapa untuk berbagi dosa. Ketika aku ingin berbagi rahasia. Dan kini semua cerita itu bagiku hanya menjadi sebuah sejarah pada akhirnya. Dan kini semua cerita itu hanyalah fosil saja.

Mungkin rahasiaku pun terbongkar? Persetan. Peduli setan!

Kelemahanku adalah aku begitu bodoh dalam berkata.

Ketika aku ingin bercerita, tak ada yang mendengar. Mereka bilang mereka tidak mengerti apa yang kukatakan. Mereka tidak mengerti bahasaku, lisan atau pun tulisan. Mereka tidak mengerti itu semua bukan sembarang cerita. Hah?! Mereka tidak ingin mendapatkan sebuah rahasia rupanya?! Emangnya gue makhluk planet Mars apa?!

Terkadang aku menjadi begitu lelah. Dengan mereka semua yang berkeluh kesah. Tetapi itu semua karena mereka merasa tak sanggup dan ingin membuang semua sampah rahasia dalam dirinya. Dan akhirnya akulah orangnya. Aku adalah tempat sampahnya.

Kenapa mesti gue sih?! Aku tidak merasa bangga memiliki rahasia.

Aku sebenaranya suka mendapatkan rahasia. Walau kadang muak juga, jika rahasia itu ternyata rahasia yang sama dengan yang kudapatkan sebelumnya. Basi, tau nggak sih?!
Tapi apa mau dikata. Ternyata mereka semua suka saja bercerita kepadaku. Aku akhirnya menyerah kalah. Aku rela menjadi tempat sampah.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Mungkin aku akan mati dengan membawa segala rahasia itu.

Rahasia? Ah, sudahlah...

Jangan katakan pada siapapun bahwa aku telah bercerita tentang rahasia ya?

Labels:

Monday, 7 May 2007

A JOURNEY to my self...

Selasa, 8 mei 2007

setelah maraton dari hari jumat, akhirnya gue meyakini apa yang sedang gue kerjakan. semua butuh proses. semua butuh waktu. dan semua butuh PERJUANGAN. kita semua memiliki pilihan, dan seharusnya kita memang memilih. jika pun kita tak mau memilih, maka itu pun sudah suatu pilihan. (inspired by SPIDY 3)
bermula dari sebuah bukti perjuangan yaitu pada 4 mei 2007. dari sekitar 7 atau 10 tulisan yang gue kirim, satu ada yang dimuat. di rubrik GAUL koran SINDO. yg bikin BT ternyata sampe di jurusan di hari senin, ada seorang bapak (anonim sajah deh, biar dia tidak sewot, hehe) yg mengomporin gue. DAMN! doi blg knp gue cuma dapet pego, secara berapa tuh duit perusahaan muter? OKE. the hell with that?! kalo mao, lo tulis sendiri terus protes sendiri. gue udah cukup bangga tulisan gue berhasil menembus sebuah koran. lagi pula, sisi moralis gue bilang bahwa tulisan di sebuah koran dituntut untuk lebih sah dan lebih pasti kebenaranya. sebab apa? bisa dipastikan begitu banyak orang membaca koran. jangan sampai orang merasa terprovokasi dengan adanya suatu tulisan. lagipula, gue yakin redaksi yang muat koran gue udah rapat dulu sebelumnya tentang layak atau tidak tulisan gue dimuat, dipublikasikan, dan dibaca oleh banyak orang. terimakasih untuk semua orang yang telah mengsinpirasikan gue. juga alhamdulillah ya Rabb, KAU beri aku sebuah jawaban. tepat di saat aku bertanya, apa ini yang memang kukerjakan? ya. aku akan melanjutkan apa yang kukerjakan. SEMUA.

kedua adalah pada saat menghadiri ulangtahun LAWANGBUKU yaitu tepung taun ke 6 di Rumah Buku Abelene di Sarijadi. SUMPAH DA, engga kalah MEWAH ama Rumah Mode!! perjumpaan dengan seorang senior yang memberi semangat dan ide baru, serta sebuah solusi nyata untuk kelanjutan eksistensi diri dan hidup gue. sebuah nama yang kukenal dahulu : Deni Rahman, yang biasa gue panggil DERA. thanks Dera wat undangannya, senang rasanya dianggap sebagai bagian dari keluarga BUKU dan relasi serta orang dekat LAWANGBUKU dan mengenalkan gue pada Rumah Buku. sebuah perjuangan yang patut ditiru, dari tahun 2001 sampe akhirnya bisa ULTAH yan g ke 6 di Rumah Buku Abelene di tahun 2007. lalu ada Sandri yang juga udah kasih gue motivasi, masukkan, ide, inspirasi, dan lain-lain. big thanks udah mau mengobrol singkat tapi mendalam ama gue ya kang.

yang terakhir adalah moment dinna sidang. sebuah inspirasi dan keyakinan lain. mum, pappa... i knew U always want me to get my undergraduate. i'll GIVE it to U all. but one thing for sure. gue sedang mengerjaklan apa yang seharusnya gue kerjakan. mum, u know that. the genetic came from u mum. i've told U. thanks mum for givin' me the freedom. by the age i reach, it's the time for me to get what we both call responsible freedom. sebuah kebebasan yang bertanggungjawab.

yg konyol adalah SPIDY 3, aje gile sumpe. di ciwalk XXI 4 studio semua muter itu pelem. di senayan juga ada 9 studio, yo semua muterin itu pelem. so inspiring and so DAMN GREAT.. HELL AMAZING. Once in my life! kalo engga ada yang mau menerbitkan novel gue ataupun memproduseri dan menyutradarai skenario pelem gue, I'LL GO GET MY INDIE PART !!! everybody aLL around the world... DOAKAN SAIA yaa.

alhamdulillah... amin ya Rabb!

Thursday, 3 May 2007

KALA itu, aku akhirnya memutuskan untuk menjadi miss nomat 2007. hehehe. lumayan lagh nonton kala, bisa liat badan fachri albar yang super six pack, so HOT and so WET, hehe lagih...

yang jelas, akhirnya gue dapet reply SMS pagi-pagi dari seorang teman lama yang akhirnya JADI VJ juga dia... hohoho, siapa lagi kalo bukan VJ Dion

ketik:

VJ (spasi) asyikberat (spasi) DION

kirim ke: 6288


walakh? dibayar berapa gue ama dia? GPP lah...



PS : God, help me outta here. i'm doin somethin that yet no one not know what's exactly goin on here? eniwey, thanks beibh wat reply SMS lo tadi pagi. bikin gue ngakak beuradh...wakakak!!!

Tuhan, sebenernya gue takut. panik. sumpah, but yet still sumhow... as always... i just dont know who to tell da stories. so written them out...

gue merasa bimbang ragu sekaligus ingin terus maju. sebuah master peace, yang merupakan pengungkapan sebuah dosa. kira-kira, karma baik gue masih berlaku engga yaa???